SENI BELA DIRI
Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai
satu cara seseorang itu mempertahankan diri. Seni bela diri telah lama wujud
dan pada mulanya ia berkembang di medan pertempuran sebelum secara
perlahan-lahan apabila peperangan telah berkurangan dan penggunaan senjata
moden mula digunakan secara berleluasa, seni bela diri mula berkembang
dikalangan mereka yang bukannya anggota tentera tetapi merupakan orang awam.
Boleh dikatakan seni bela diri terdapat di merata-merata di
dunia ini dan hampir setiap negara mempunyai seni bela diri yang berkembang
sama ada secara tempatan atau diubah sesuai dari pada seni bela diri luar yang
meresap masuk.
Bagaimanapun kemudahan perhubungan dan komunikasi yang ada
pada masa ini memudahkan perkembangan ide dan seni bela diri tidak lagi
terhadang di tanah asalnya tetapi telah berkembang ke seluruh dunia.
Seni bela diri juga terbahagi kepada beberapa jenis daripada
seni tempur bersenjata tajam, senjata tidak tajam seperti kayu, dan seni tempur
tangan kosong.
Di antara jenis-jenis seni bela diri yang ada adalah seperti
berikut:
1.
KARATE
Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal
dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni
bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan
China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang
tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa
(Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar
lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua
kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空
dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手,
berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).
2.
PENCAK SILAT
Pencak Silat atau Silat (berkelahi dengan menggunakan teknik
pertahanan diri) ialah seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu.
Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan
Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara
sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipina Selatan dan Thailand
Selatan. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, saat ini Vietnam juga
telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh.
Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI
(Ikatan Pencak Silat Indonesia). Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara
Bangsa), adalah nama organisasi yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura,
Malaysia dan Brunei Darussalam untuk mewadahi federasi-federasi pencak silat di
berbagai negara.
3.
TARUNG DERAJAT
Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri TARUNG DERAJAT dideklarasikan
kelahirannya dibumi persada Indonesia tercinta, di Bandung 18 Juli 1972 oleh
peciptanya seorang putra bangsa yaitu Guru Haji Achmad Dradjat yang memiliki
nama julukan dengan panggilan AA Boxer. Nama panggilan AA Boxer diterapkan dan
melekat pada diri Achmad Dradjat, setelah dirinya mampu dan berhasil
menggunakan dan menerapkannya Seni Pembelaan Diri karya ciptanya didalam berbagai
bentuk perkelahian, dimana butuh dan harus BERKELAHI atau BERTARUNG dalam
rangka BERJUANG untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan
dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat
hidupnyanya. Asosiasi resmi beladiri ini adalah KODRAT (Keluarga Olahraga
Tarung Derajat).
Olah raga ini mempunyai spesifikasi perpaduan lima unsur
daya gerak yang terdiri dari "kekuatan", "kecepatan",
"ketepatan", "keberanian", dan "keuletan". TARUNG
DERAJAT itu Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri yang memiliki ciri khas dan
kemandirian tersendiri, seperti Sistem Pembelaan Diri Reaksi Cepat yang Praktis
dan Efektif dengan gerak anggota tubuh yang Realistis dan Rasional. Hal itu
adalah, Logika dan Tindakan Moral yang memanfaatkan senyawa daya gerak Otot,
Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan
dan Kesehatan hidup, seperti Menghindari dan mempertahankan diri dari segala
bentuk tindak kekerasan yang merusak derajat moral kemanusiaan dan Menghormati persamaan
hak dan kewajiban dalam pergaulan umum dimanapun berada, serta Pencegahan dan
Pemulihan penyakit fisik dan mental yang menumbuhkan kerusakan pada tatanan
kehidupan, misalnya: Persaingan hidup dan Keserakahan. Tarung Derajat merupakan
olah raga beladiri (seni keperkasaan) yang murni melatih kekuatan fisik
(tubuh), dengan kata lain dalam Tarung Derajat tidak terdapat materi tentang
tenaga dalam. Walaupun Tarung Derajat dikenal -- oleh masyarakat -- sebagai
olahraga fisik yang keras, tapi sama sekali ia tidak mengajarkan anggotanya
untuk bersikap jumawa. Bahkan sejak awal Sang Guru, Aa Boxer, sebagai pencipta
olahraga ini berkomitmen bahwa Tarung Derajat merupakan olahraga beladiri yang
menekankan pembentukan akhlak, serta pribadi mandiri yang berhati nurani serta
mempunyai watak yang lembut dan bijaksana. Hal ini tercermin dalam beberapa
motto filosofis (doktrin) Aa Boxer: "Aku Ramah Bukan Berarti Takut, Aku
Tunduk Bukan Berarti Takluk", "Jadikanlah Dirimu Oleh Diri
Sendiri", "Aku Belajar Tarung Derajat untuk Mengalahkan Diriku
Sendiri, Tapi bukan untuk Dikalahkan Orang Lain".
4.
TAEKWONDO
Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olah
raga bela diri Korea yang paling populer dan juga merupakan olah raga nasional
Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga
dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang
atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do
berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat
diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau
"jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo
telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak
seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela
diri, olah raga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara
berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang
dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan
kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam
suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping
adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup
tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk
kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang
menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak
menekankan grappling (pergulatan).
5.
JUJITSU
Jujutsu bahasa Jepang: 柔術(juga
dieja Jujitsu, Ju-Jitsu atau Jiu-Jitsu)adalah sebuah sebutan kolektif untuk
beberapa aliran seni beladiri yang berasal dari Jepang, adalah tidak betul jika
dikatakan bahwa Ju-Jitsu mengacu pada satu macam beladiri saja. Jujutsu pada
dasarnya adalah bentuk-bentuk pembelaan diri yang bersifat defensif dan
memanfaatkan "Yawara-gi" atau teknik-teknik yang bersifat fleksibel,
dimana serangan dari lawan tidak dihadapi dengan kekuatan, melainkan dengan
cara "menipu" lawan agar daya serangan tersebut dapat digunakan untuk
mengalahkan dirinya sendiri. Dari seni beladiri Jujutsu ini, lahirlah beberapa
seni beladiri lainnya yang mempunyai konsep defensif serupa, yaitu Aikido dan
Judo, keduanya juga berasal dari Jepang.
Jujutsu terdiri atas bermacam-macam aliran (Ryuha), namun
pada garis besarnya terbagi atas dua "gaya", yaitu tradisional dan
modern. Gerakan dari kedua macam "gaya" Jujutsu ini adalah hampir
sama, namun jurus-jurus Jujutsu modern sudah disesuaikan dengan situasi
pembelaan diri di zaman modern, sedangkan jurus-jurus Jujutsu tradisional
biasanya mencerminkan situasi pembelaan diri di saat aliran Jujutsu yang
bersangkutan diciptakan. Sebagai contoh, Jujutsu yang diciptakan di zaman
Sengoku Jidai (sebelum Shogun Tokugawa berkuasa) menekankan pada pertarungan di
medan perang dengan memakai baju besi (disebut Yoroi Kumi Uchi), sedangkan yang
diciptakan di zaman Edo (sesudah Shogun Tokugawa berkuasa) menekankan pada
beladiri dengan memakai pakaian sehari-hari (Suhada Jujutsu).
6.
AIKIDO
Aikido(合気道,aikido)
adalah salah satu seni beladiri asal Jepang yang diciptakan oleh Morihei
Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei) berasal dari Daito
Ryu Aiki-Jujutsu. Daito Ryu Aiki-Jujutsu diciptakan pada era modernisasi Jepang
yang berlangsung sekitar tahun 1800-an. Beladiri ini merupakan kombinasi dari
ilmu pedang Kenjutsu dan Jujutsu yang juga merupakan bentuk seni beladiri
tradisional Jepang. Pengaruh Kenjutsu tampak dalam pengaturan gerakan gerakan
atau langkah langkah kaki. Sedangkan pengaruh Jujutsu tampak dalam penggunaan
teknik kuncian dan lemparan.
7.
KRAV MAGA
Krav Maga (Ibrani: קרב
מגע yang berarti
"pertarungan kontak") adalah sebuah seni bela diri militer tangan
kosong yang dikembangkan di Israel, yang mengansumsikan tanpa ampun akan
diberikan dan menekankan pada netralisasi ancaman maksimum dalam konteks
"kehidupan nyata". Sistem ini diakui keunggulannya karena telah
diadopsi oleh berbagai Pasukan Pertahanan Israel.
8.
CAPOEIRA
Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan
oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam
capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam
capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira sering
dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan
sungguhan, dibanding seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo. Capoeira
adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh
budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk
bekerja di perkebunan-perkebunan besar.
9.
KENDO
Kendo (剣道
Kendō) adalah seni bela diri modern dari Jepang yang menggunakan pedang. Kendo
berasal dari kata "Ken (剣)"
yang artinya "Pedang", dan "Do (道)" yang artinya "Jalan". Jadi arti Kendo
secara keseluruhan adalah suatu jalan/ proses disiplin diri yang membentuk
suatu pribadi Samurai (侍)
yang pemberani dan loyal. Kendo menggabungkan unsur-unsur bela diri, seni dan
olah raga.
10.
JUDO
Judo (bahasa Jepang: 柔道
) adalah seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang. Judo
dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang yang disebut Jujutsu. Jujutsu yang
merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata
pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro (嘉納治五郎) pada 1882. Olahraga ini menjadi model dari seni bela
diri Jepang, gendai budo, dikembangkan dari sekolah (koryu) tua. Pemain judo
disebut judoka atau pejudo. Judo sekarang merupakan sebuah cabang bela diri
yang populer, bahkan telah menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade.
11.
KEMPO
Kempo adalah nama generik untuk beberapa aliran Seni bela
diri yang berasal dari Jepang dan banyak menggunakan permainan tangan. Jadi
bukan nama satu aliran saja melainkan nama dari banyak aliran dan metode. Arti
dari Kempo sendiri adalah beladiri dengan permainan tangan (didalam bahasa
Mandarin disebut Quanfa).
12.
HAPKIDO
Hapkido merupakan salah satu olahraga bela diri yang berasal
dari Korea di samping Taekwondo. Hapkido bergerak berdasarkan prinsip lingkaran
yang memanfaatkan kekuatan lawan. Teknik-teknik dalam Hapkido antara lain
meliputi pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, jurus, serta latihan senjata.
13.
NINJUTSU
Ninjutsu (忍術)
adalah Seni bela diri, strategi, dan taktik di medan perang dan gerilya yang
dilakukan oleh shinobi (juga disebut diluat Jepang sebagai Ninja). Ninja Wanita
disebut Kunoichi. Saat ini ada beberapa gaya modern dari seni bela diri ini,
menurut Koryu.com, tidak semua variasi tersebut berhubungan dengan sejarah
ninjutsu di Jepang yang dulu disebut dengan koryū.
14.
KUNG FU
Kung fu adalah ilmu bela diri dari Tiongkok. Akan tetapi,
arti kata kung fu yang sebenarnya memiliki makna luas, yakni sesuatu yang
didapat dalam waktu yang lama dan dengan ketekunan yang sungguh-sungguh.
Sehingga seorang ahli memasak yang hebat pun dapat dikatakan memiliki kung-fu yang
tinggi. Selain kata kung fu, istilah wushu dan kun dao juga sering dipakai
untuk menyebut ilmu bela diri dari Tiongkok. Sedangkan ilmu Kungfu yang sudah
menyebar ke Asia Tenggara (terutama Indonesia) di masa lalu disebut Kuntao,
menurut Donn Draeger dalam buku beliau yang berjudul Weapons and Fighting Arts
of Indonesia. Namun di masa kini, istilah Kuntao tersebut sudah sangat jarang
dipergunakan.
15.
WUSHU
Wushu (武術
atau 武术; Pinyin: wǔshù) secara harafiah berarti "seni
bertempur/bela diri". Ini merupakan istilah yang lebih benar dibanding
dengan istilah yang lebih terkenal tapi salah penggunaannya kung fu, yang
berarti "ahli" dalam bidang tertentu, tidak hanya terbatas dalam bela
diri. Semua kategori Seni bela diri China yang tradisional, keras dan lembut
dapat disebut Wushu. Wushu keras termasuk tinju selatan Nanquan dan tinju
panjang Changquan. Wushu lembut termasuk tinju Taiji, Telapak Bagua, dan tinju
Hsing Yi. Adapun seni beladiri Wushu yang telah dikembangkan oleh etnis China
yang menetap di wilayah Asia Tenggara (terutama Indonesia) seringkali disebut
dengan istilah Kuntao.
16.
TAIDO
Taido(躰道)
adalah seni bela diri dari Jepang yang didirikan oleh Seiken Shukumine pada
1965. Nama "Taido" berarti "caranya tubuh dan jiwa"
(internal dan eksternal). Taido punya sisilah di karate Okinawa. Pertama Seiken
Shukumine mendirikan Genseiryu karate pada 1950an, tetapi pada tahun 1960-an beliau
menemukan bahwa aliran bela diri beliau sudah jauh menyimpang dari karate,
dengan demikian beliau mendirikan aliran bela diri baru dangan nama Taido.
17.
GULAT
Gulat adalah kontak fisik antara dua orang, di mana salah
seorang pegulat harus menjatuhkan atau dapat mengontrol musuh mereka. Tekhnik
fisik yang ditunjukkan dalam gulat adalah joint lock, Clinch fighting,
Grappling hold, dan Leverage. Tekhnik ini dapat menyebabkan luka yang serius.
Banyak gaya gulat yang diketahui dunia dan mempunyai sejarah yang panjang, dan
olahraga gulat sudah menjadi olahraga olimpik lebih dari 100 tahun.
18.
TINJU
Tinju adalah olahraga dan seni bela diri di mana dua orang
partisipan dengan berat yang serupa bertanding satu sama lain dengan
menggunakan tinju mereka dalam rangkaian pertandingan berinterval satu atau
tiga menit yang disebut "ronde". Baik dalam Olimpiade ataupun olahraga
profesional, kedua petarung (disebut petinju) menghindari pukulan lawan mereka
sambil berupaya mendaratkan pukulan mereka sendiri ke lawannya.
Nilai diberikan untuk pukulan yang bersih dan mantap ke
bagian depan pinggang ke atas yang sah dari lawan, dengan pukulan ke kepala dan
dada mendapat nilai lebih. Petinju dengan nilai yang lebih tinggi setelah
sejumlah ronde yang direncanakan akan dinyatakan sebagai pemenang. Kemenangan
juga dapat dicapai jika lawan dipukul jatuh dan tidak dapat bangkit sampai
hitungan kesepuluh dari wasit (suatu Knockout, atau KO) atau jika lawan
dinyatakan tidak mampu melanjutkan pertandingan (suatu Technical Knockout, atau
TKO). Untuk keperluan rekor pertandingan, TKO dihitung sebagai KO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar