Desa Semail adalah sebuah desa
yang terletak di Jalan Imogiri Barat km 6,5 Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan
Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dibagian selatan Desa Semail terdapat Desa
Sobayan Gatak, dibagian barat terdapat Desa Jurug, dibagian utara terdapat
Perumahan Ngoto, dan dibagian timurnya terdapat Desa Gandok.
Di Desa Semail terdapat Pasar
Trasisional Tri Windu. Pasar Tri Windu atau lebih dikenal dengan pasar Ngoto
yang telah berdiri sejak tahun 1954 telah beberapa kali pindah tempat, semula
Dusun Ngoto, dalam perkembangannya pindah lagi di kampung Mbabrik, pindah lagi
di kampung Semail dan menetap diatas tanah kas Desa pada tahun 1978. Karena
telah berpindah tiga kali, maka pasar desa ini dinamakan Pasar Tri Windu. Pasar
ini dikelola oleh Kelurahan Bangunharjo, salah satu kelurahan yang memiliki
pasar desa yang menyediakan semua komoditas kebutuhan masyarakat. Barang
dagangan pertanian maupun olahan rata-rata berasal dari warga desa dan untuk dagangan
kios biasanya disetori para distributor.Karena pengelolaan pasar dipegang para
pengurus yang memadai, tak heran bila pasar Desa Bangunharjo “Tri Windu”
ditunjuk untuk mewakili lomba pasar tingkat Nasional. Adapun visi dan misi
pasar Desa Tri Windu “ PASARE BECIK REJEKINE APIK “ yang berarti Pasarnya baik,
maka rejekinyapun ikut baik.
Selain Pasar Tradisional Tri
Windu, Desa semail juga mempunyai lapangan sepak bola yang luas dan rapi.
Lapangan itu disebut dengan “Lapangan Semail” yang terletak di Desa Semail Rt.
2. Lapangan tersebut sering dipakai utuk latihan sepak bola, pertandingan sepak
bola, serta acara-acara warga desa. Pada hari raya idul fitri dan idul adha, Lapangan
Semail juga dipakai untuk shalat ied bersama. Selain itu, Desa Semail juga
terdapat banyak sawah, masjid, warung-warung, SKB Bantul, SD, dan Rumah Belajar
Modern yang sangat ramai dikunjungi warga maupun orang luar.
Desa Semail juga mempunyai cerita
tentang asal-usul berdirinya desa tersebut. Tetapi itu hanya sebuah cerita,
bukan kenyataan karena tentang cerita aslinya aku belum tahu pasti.
Konon katanya, dulu ada sebuah lahan yang sangat luas. Disana
hanya terdapat beberapa rumah warga. Warga disana sangatlah cuek dan tidak mau
bergaul dengan warga lainnya. Suatu malam,Pak Mail, salah satu dari warga desa
tersebut bermimpi buruk. Di dalam mimpinya, ia melihat desa yang ia tempati
menjadi hancur tak karuan. Warga-warga saling berkelahi, sawah-sawah rusak, dan
banyaknya musibah di desa itu. Pak Mail
pun terbangun dari tidurnya. Di tengah malam yang sunyi, ia merenungkan tentang
mimpi yang ia dapat tadi. “Apakah arti mimpi itu? Apakah jadinya desa ini di
tahun yang akan datang?” itu lah pertanyaan yang ada di dalam kepala pak Mail.
Keesokan harinya, Pak Mail
mengumpulkan warga desa untuk berkumpul di halaman rumah Pak Mail. Ia bercerita
tentang mimpinya semalam. Warga-warga pun ikut berfikir “Apa jadinya desa ini
nanti?”. Pak Mail pun mengajak para warga untuk saling tolong-menolong antar
warga, saling bergotong royong membangun desa yang mereka tempati agar
sejahtera, karena Pak Mail yakin warga desa sendirilah yang dapat membuat desanya
menjadi sejahtera. Akhirnya, warga desa pun setuju dengan apa yang Pak Mail
katakan. Mulai saat itu juga warga desa menjadi ramah, saling tolong menolong, serta
mengadakan gotong royong membersihkan dan membangun desa. Semakin hari, banyak
orang yang membangun rumahnya di desa itu. Oleh warga, desa itu di beri nama
Desa Semail karena berkat Pak Mail desa itu menjadi damai,makmur, dan sejahtera.
itulah cerita singkat Desa Semail. Semoga bermanfaat:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar