Sabtu, 04 Februari 2017

Desa Semail

Desa Semail adalah sebuah desa yang terletak di Jalan Imogiri Barat km 6,5 Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dibagian selatan Desa Semail terdapat Desa Sobayan Gatak, dibagian barat terdapat Desa Jurug, dibagian utara terdapat Perumahan Ngoto, dan dibagian timurnya terdapat Desa Gandok.
Di Desa Semail terdapat Pasar Trasisional Tri Windu. Pasar Tri Windu atau lebih dikenal dengan pasar Ngoto yang telah berdiri sejak tahun 1954 telah beberapa kali pindah tempat, semula Dusun Ngoto, dalam perkembangannya pindah lagi di kampung Mbabrik, pindah lagi di kampung Semail dan menetap diatas tanah kas Desa pada tahun 1978. Karena telah berpindah tiga kali, maka pasar desa ini dinamakan Pasar Tri Windu. Pasar ini dikelola oleh Kelurahan Bangunharjo, salah satu kelurahan yang memiliki pasar desa yang menyediakan semua komoditas kebutuhan masyarakat. Barang dagangan pertanian maupun olahan rata-rata berasal dari warga desa dan untuk dagangan kios biasanya disetori para distributor.Karena pengelolaan pasar dipegang para pengurus yang memadai, tak heran bila pasar Desa Bangunharjo “Tri Windu” ditunjuk untuk mewakili lomba pasar tingkat Nasional. Adapun visi dan misi pasar Desa Tri Windu “ PASARE BECIK REJEKINE APIK “ yang berarti Pasarnya baik, maka rejekinyapun ikut baik.
Selain Pasar Tradisional Tri Windu, Desa semail juga mempunyai lapangan sepak bola yang luas dan rapi. Lapangan itu disebut dengan “Lapangan Semail” yang terletak di Desa Semail Rt. 2. Lapangan tersebut sering dipakai utuk latihan sepak bola, pertandingan sepak bola, serta acara-acara warga desa. Pada hari raya idul fitri dan idul adha, Lapangan Semail juga dipakai untuk shalat ied bersama. Selain itu, Desa Semail juga terdapat banyak sawah, masjid, warung-warung, SKB Bantul, SD, dan Rumah Belajar Modern yang sangat ramai dikunjungi warga maupun orang luar.
Desa Semail juga mempunyai cerita tentang asal-usul berdirinya desa tersebut. Tetapi itu hanya sebuah cerita, bukan kenyataan karena tentang cerita aslinya aku belum tahu pasti.
Konon katanya, dulu  ada sebuah lahan yang sangat luas. Disana hanya terdapat beberapa rumah warga. Warga disana sangatlah cuek dan tidak mau bergaul dengan warga lainnya. Suatu malam,Pak Mail, salah satu dari warga desa tersebut bermimpi buruk. Di dalam mimpinya, ia melihat desa yang ia tempati menjadi hancur tak karuan. Warga-warga saling berkelahi, sawah-sawah rusak, dan banyaknya  musibah di desa itu. Pak Mail pun terbangun dari tidurnya. Di tengah malam yang sunyi, ia merenungkan tentang mimpi yang ia dapat tadi. “Apakah arti mimpi itu? Apakah jadinya desa ini di tahun yang akan datang?” itu lah pertanyaan yang ada di dalam kepala pak Mail.

Keesokan harinya, Pak Mail mengumpulkan warga desa untuk berkumpul di halaman rumah Pak Mail. Ia bercerita tentang mimpinya semalam. Warga-warga pun ikut berfikir “Apa jadinya desa ini nanti?”. Pak Mail pun mengajak para warga untuk saling tolong-menolong antar warga, saling bergotong royong membangun desa yang mereka tempati agar sejahtera, karena Pak Mail yakin warga desa sendirilah yang dapat membuat desanya menjadi sejahtera. Akhirnya, warga desa pun setuju dengan apa yang Pak Mail katakan. Mulai saat itu juga warga desa menjadi ramah, saling tolong menolong, serta mengadakan gotong royong membersihkan dan membangun desa. Semakin hari, banyak orang yang membangun rumahnya di desa itu. Oleh warga, desa itu di beri nama Desa Semail karena berkat Pak Mail desa itu menjadi damai,makmur, dan sejahtera.
itulah cerita singkat Desa Semail. Semoga bermanfaat:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar